Sabtu, 03 Maret 2012

Makalah ASKEB PATOLOGI "ANSEFALUS"

UNSEFALUS (KELAINAN PADA TULANG TENGKORAK)
MAKALAH
         DISUSUN OLEH :
       ANIK YULISETYANI

AKADEMI KEBIDANAN AN-NUR PURWODADI
ANGKATAN 2010

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT,. Kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ANSEPALUS” Dalam rangka mengembangkan potensi diri dalam bidang kesehatan, sudah sepatutnya kita mengetahui perkembangan ilmu kesehatan tentang “ANSEPALUS”. Hal ini sangat berguna mengingat di masa yang akan datang, sebagai seorang bidan akan menjadi manusia yang teramat penting sebagai pelayan kesehatan masyarakat.
Meskipun makalah ini dibuat dengan segala keterbatasan yang ada pada kami, baik keterbatasan waktu, dana, terlebih lagi keterbatasan kemampuan kami, namun kami berharap semoga makalah ini memenuhi syarat sebagai tugas yang kami dapat dari dosen pengajar kami.
Akhir kata, semoga makalah ini bermanfaat khususnya bagi kami selaku penulis, dan umumnya bagi pembaca.




Purwodadi, 03 Maret 2012
Penulis

DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR.......................................................................................... i
DAFTAR ISI ....................................................................................................... ii
BAB I        PENDAHULUAN................................................................................. 1
1.1  Latar Belakang
BAB II       PEMBAHASAN
2. 1  Pengertian..............................................................................................
2. 2  Etiologi .................. ........................................................................... 2
2. 3  Gejala                                                                                                  4
2. 4  Pemeriksaan..............                                                                          4
2. 5  Pencegahan ................ ...................................................................... 5
2. 6  Anjuran.............. ............................................................................... 5
BAB III     KASUS.................                                                                              .... 6
BAB IV     PENUTUP   ...................................................................................... 9
4.1  Kesimpulan   ......................................................................................
4.2  Saran                                                                                                    10
DAFTAR PUSTAKA                                                                                            iii

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar  Belakang
Kelainan otak bisa terjadi pada saat otak sedang dibentuk maupun setelah otak terbentuk sempurna.Beberapa kelainan otak dapat diketahui sebelum bayi lahir, yaitu melalui pemeriksaan USG dan pemeriksaan cairan ketuban.
Janin ansefalus akan mengalami pertumbuhan badan relatif subur sehingga menimbulkan persalinan distonsia bahu dan badan bayi. Karena pembukaan yang reltif kecil setelah kepala atau ansefali lahir, persalinan badan menimbulkan trauma ruptura servik uteri dengan pendarahan

BAB II
PEMBAHASAN

2. 1 Pengertian
Anensefalus adalah suatu keadaan dimana sebagian besar tulang tengkorak dan otak tidak terbentuk. Anensefalus adalah suatu kelainan tabung saraf (suatu kelainan yang terjadi pada awal perkembangan janin yang menyebabkan kerusakan pada jaringan pembentuk otak dan korda spinalis).

2. 2 Etiologi
Anensefalus terjadi jika tabung saraf sebelah atas gagal menutup, tetapi penyebabnya yang pasti tidak diketahui. Penelitian menunjukkan kemungkinan anensefalus berhubungan dengan racun di lingkungan juga kadar asam folat yang rendah dalam darah. Anensefalus ditemukan pada 3,6-4,6 dari 10.000 bayi baru lahir. Faktor resiko terjadinya anensefalus adalah:
- Riwayat anensefalus pada kehamilan sebelumnya
- Kadar asam folat yang rendah.
Resiko terjadinya anensefalus bisa dikurangi dengan cara meningkatkan asupan asam folat minimal 3 bulan sebelum hamil dan selama kehamilan bulan pertama.

2. 3 Gejala
Ibu : polihidramnion (cairan ketuban di dalam rahim terlalu banyak)
Pada Bayi :
- Bayi tidak memiliki tulang tengkorak
-Bayi tidak memiliki otak (hemisfer serebri dan serebelum)
- Bayi kelainan pada gambaran wajah
- Bayi kelainan jantung.

2. 4 Pemeriksaan
Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah:
- Kadar asam lemak dalam serum ibu hamil
- Amniosentesis (untuk mengetahui adanya peningkatan kadar alfa-fetoprotein)
- Kadar alfa-fetoprotein meningkat (menunjukkan adanya kelainan tabung saraf)
- Kadar estriol pada air kemih ibu
- USG.
Bayi yang menderita anensefalus tidak akan bertahan, mereka lahir dalam keadaan meninggal

2. 5 Pencegahan
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah cacat bawaan. Inilah beberapa di  antaranya:
·         Wanita yang mempunyai keluarga dengan riwayat kelainan cacat bawaan hendaknya lebih waspada karena bisa diturunkan secara genetik. “Lakukan konseling genetik sebelum hamil”.
·         Usahakan untuk tidak hamil jika usia ibu sudah mencapai 40 tahun.
·         Lakukan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care yang rutin, dan usahakan untuk melakukan USG minimal tiap trimester.
·         Jalani pola hidup sehat. Hentikan kebiasaan merokok dan hindari asap rokok, selain juga alkohol dan narkoba karena dapat menghambat pertumbuhan janin serta memperbesar peluang terjadinya kelainan kongenital dan keguguran. Kelainan kongenital adalah penyebab keguguran yang paling besar, misalnya jika paru-paru janin tidak dapat berkembang sempurna.
·         Penuhi kebutuhan akan asam folat. Dalam pemeriksaan, dokter akan memberi suplemen asam folat ini.
·         Hindari asupan vitamin A berdosis tinggi. Vitamin A termasuk jenis vitamin yang tak larut dalam air, tapi larut dalam lemak. Jadi, bila kelebihan akan tertimbun dalam tubuh. Dampaknya antara lain janin mengalami urogenital abnomali (terdapat gangguan sistem kencing dalam kelamin), mikrosefali (ukuran kepala kecil), terdapat gangguan kelenjar adrenal.
·         Jangan minum sembarang obat, baik yang belum ataupun sudah diketahui memberi efek buruk terhadap janin.
·         Pilih makanan dan masakan yang sehat. Salah satunya, hindari daging yang dimasak setengah matang (steak atau sate). Dikhawatirkan, daging itu masih membawa kuman penyakit yang membahayakan janin dan ibunya.
·         Kalau ada infeksi, obatilah segera : terutama infeksi TORCH (TOksoplasma, Rubela, Citomegalo, dan Herpes). Paling baik, lakukan tes TORCH pada saat kehamilan masih direncanakan, bukan setelah terjadinya pembuahan. Jika ibu diketahui sedang terinfeksi, pengobatan bisa langsung dilakukan.

2. 6 Anjuran
             Dianjurkan setiap wanita usia subur yang telah menikah untuk mengkonsumsi multivitamin yang mengandung 400 mcg asam folat setiap harinya. Sedang wanita yang pernah melahirkan anak dengan cacat tabung saraf sebelumnya, dianjurkan untuk mengkonsumsi asam folat yang lebih tinggi yaitu 4 mg saat sebelum hamil dan selama kehamilannya.
Tidak mengkonsumsi alkohol samasekali selama kehamilannya. Alkohol dapat menimbulkan fetal alcohol syndrome (FAS), yaitu suatu kondisi dimana anak mengalami ganggu         an perkembangan, paras wajah yang tidak normal dan gangguan dari sistem saraf pusat.
Saat kehamilan, dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium yang disebut dengan Alpha Feto-Protein (AFP) untuk melihat adanya kelainan janin, seperti spina bifida dan anensefalus. Selain itu, tindakan lebih lanjut dapat digunakan dengan mengambil sampel villi korealis dari janin dan cairan ketuban (amniosentesis), bagi wanita hamil yang telah berusia di atas 35 tahun, atau pada wanita yang berisiko tinggi melahirkan bayi cacat.
Yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan asuhan antenatal secara teratur. Konsultasikan dengan dokter mengenai penyakit yang Anda derita seperti diabetes, epilepsi (ayan) dan lainnya, juga obat-obat yang pernah Anda konsumsi selama kehamilan
BAB III
KASUS

Berdasarkan  pemeriksaan : Dr. H. ANANDIA YUSKA, SpOG
PENTING NYA KONTROL SELAMA MASA KEHAMILAN !!!

Kemaren sore, tanggal 20 Januari 2009 seperti biasa saya melakukan operasi seksio sesaria terhadap seorang ibu berumur 26 tahun. Ini merupakan kehamilan ke 3, dengan 1 orang anak yang hidup dan 1 kali dilakukan kuret tanggal 13 Februari 2008. Setelah dilakukan kuret bulan Februari ini, si ibu tidak pernah muncul lagi untuk kontrol ulang.
Tetapi, tiba-tiba kemaren si ibu datang lagi untuk periksa ke Poli Kebidanan di tempat saya bekerja dengan keadaan sedang hamil lagi. Seperti biasa, saya lakukan anamnesa (tanya jawab) dan saya dapatkan, ternyata si ibu sudah terlambat 21 hari dari taksiran tanggal persalinannya yaitu tanggal 30 Desember 2008. Setelah saya tanyakan kenapa baru sekarang kontrol lagi, si ibu dan suami nya dengan enteng nya menjawab : ” dok, kalo di kampung saya, sudah biasa terlambat dari tanggal persalinan. Malah, ada yang sampe 11 – 12 bulan hamilnya. Ini saja, saya
disuruh lagi untuk kontrol ulang ke “tenaga kesehatan” 1 minggu lagi “.
Hhhmmmm…., dijaman yang sudah maju ini, kok masih ada ya yang bangga dengan kesalahan dan ketidaktahuan yang ada didirinya…. Dan yang lebih parah lagi, kok ya si “tenaga kesehatan” ini, yang sudah tahu dengan pasti taksiran tanggal persalinan si ibu ( 30 Desember 2008 ), tidak menganjurkan untuk memeriksakan si ibu ke sarana kesehatan yang lebih baik, minimal untuk dilakukan pemeriksaan USG.
Sewaktu saya melakukan pemeriksaan rutin USG, semua organ pada janin normal. Kaki, tangan, jantung…semuanya normal. Dan dari USG saya dapatkan janin berjenis kelamin perempuan. Tetapi, perasaan saya tidak enak…. Saya tidak menemukan gambaran tulang kepala janin !
Setelah dijelaskan ke si ibu dan suami nya, bahwa kemungkinan si janin ada kelainan dan juga sudah lewat 21 hari dari tanggal taksiran persalinan, diputuskan untuk melakukan operasi seksio sesaria.
Ternyata, apa yang membuat perasaan saya yang tidak enak itu terbukti. Yang saya temukan sewaktu operasi…begitu miris dihati saya dan tim operasi saya di kamar operasi. Si ibu mengandung bayi ANENSEFALUS !!!
Kalau saja si ibu dari awal kehamilannya sudah melakukan pemeriksaan rutin USG, kelainan ini dapat kita deteksi dari awal kehamilan. Dan kalaulah Anensefalus ini kita temukan pada kehamilan 11 minggu tentu bayinya bisa kita keluarkan (Terminasi Kehamilan), itupun atas permintaan dan persetujuan si ibu dan keluarganya, tapi sekarang kehamilannya sudah cukup bulan bahkan lewat dari tanggal taksiran persalinannya
BAB IV
PENUTUP

4. 1 Kesimpulan
Anensefalus adalah suatu kelainan tabung saraf (suatu kelainan yang terjadi pada awal perkembangan janin yang menyebabkan kerusakan pada jaringan pembentuk otak dan korda spinalis). Resiko terjadinya anensefalus bisa dikurangi dengan cara meningkatkan asupan asam folat minimal 3 bulan sebelum hamil dan selama kehamilan bulan pertama.

DAFTAR PUSTAKA

Manuaba , Candranita Manuaba, dan Fajar Manuaba. 2008. Pengantar Kuliah Obstetri. EGC : Jakarta.
Ilmu Kesehatan Anak, Edisi 5 Vol. 13 Nelson
Patofisiologi Untuk Keperawatan dr. Jan Tambayang
Diagnosa Keperawatan, edisi 8 Lynda Juall Carpenito


Tidak ada komentar:

Posting Komentar